Nama panjangnya Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Al-Zahrawi. Lahir di Al
Zahra’a, 6 mil utara Cordoba di Andalusia (sekarang Spanyol), tahun
936. Al-Zahrawi sering juga dipanggil Albucasis. Dia mengawali karirnya
sebagai dokter bedah dan pengajar di beberapa sekolah kedokteran.Namanya mulai menjadi perbincangan di dunia kedokteran setelah dia meluncurkan buku paling populer di dunia kedokteran, At-Tasrif liman ‘Ajiza ‘an at-Ta’lif (Metode Pengobatan).
Dalam buku itu, ia banyak menguraikan tentang hal-hal baru dalam operasi medis. Al-Zahrawi juga menciptakan sejumlah alat bantu operasi, yaitu instrumen untuk mengoperasi bagian dalam telinga, instrumen untuk inspeksi internal saluran kencing, dan instrumen untuk membuang sel asing dalam kerongkongan.
Al-Zahrawi terkenal sebagai pakar operasi yang piawai mengaplikasikan
aneka teknik paling tidak untuk 50 jenis operasi yang berbeda. Dia
jugalah yang pertama menguraikan secara detil operasi klasik terhadap
kanker payudara, lithotrities untuk ‘menggempur’ batu ginjal, dan teknik
membuang kista di kelenjar tiroid.
Dalam bukunya, Al-Tasrif, Al-Zahrawi mendiskusikan tentang penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan pasca operasi, yang dalam dunia pengobatan modern dikenal sebagai ophthalmologi atau sejenisnya. Dalam penyiapan obat-obatan itu, ia mengenalkan teknik sublimasi.
Zahrawi juga ahli dalam bidang kedokteran gigi. Bukunya memuat beberapa piranti penting dalam perawatan gigi. Misalnya thereof, alat yang sangat vital dalam operasi gigi.
Al-Zahrawi menjadi pakar kedokteran populer di zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah kematiannya, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Beliau berpulang pada tahun 1013. Namanya tercatat dengan tinta emas dalam dunia kedokteran modern hingga kini.
Dalam bukunya, Al-Tasrif, Al-Zahrawi mendiskusikan tentang penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan pasca operasi, yang dalam dunia pengobatan modern dikenal sebagai ophthalmologi atau sejenisnya. Dalam penyiapan obat-obatan itu, ia mengenalkan teknik sublimasi.
Zahrawi juga ahli dalam bidang kedokteran gigi. Bukunya memuat beberapa piranti penting dalam perawatan gigi. Misalnya thereof, alat yang sangat vital dalam operasi gigi.
Al-Zahrawi menjadi pakar kedokteran populer di zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah kematiannya, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Beliau berpulang pada tahun 1013. Namanya tercatat dengan tinta emas dalam dunia kedokteran modern hingga kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar